Selamat datang ke bLog saya yang tak seberapa ini.Jika ingin kongsi sesuatu yang berfaedah,silakan.Cuma harap viewers tahu bhwa bLog ini cumalah sekadar yang ingin saya kongsi dari hati kecil saya dan jika saya punya ruang waktu,saya akan berkongsi artikel yang bermanfaat.So..enjoy=)

Friday, January 21, 2011

"each soul has to taste...?"

http://iskandariah.perubatan.org/v1/entah-bila-waktuku

Assalamu'laikum sahabat2...

Terkedu .
Itulah impression pertama saya apabila membaca post pada link di atas . Kian dibaca, perasaan hiba dan terharu menjalar . Semakin ditatap, perasaan respect padanya semakin menambah . Inilah kisah seorang pelajar yang telah ditakdirkan Allah, untuk menghadap Ilahi pada 17 Januari 2011 . Walaupun tidak sempat mengenali dirinya, namun pemergiannya cukup memberi kesan pada hati . Apatah lagi beberapa sahabat2 yang pernah mengenali dan rapat dengannya, adalah sahabat saya juga . Terlihat juga status mereka di Facebook, yang cukup memberi kesan pada hati . Pada artikel di atas, antara ayat yang cukup menyentuh diri ialah,

Kalendar milik arwah bertanda tarikh 17 Januari dengan highlighter. Menurut rakan sebiliknya, 17 Januari adalah hari lahir bapa beliau. Sebak hati saya. Seorang ayah kehilangan anaknya pada tarikh kelahiran beliau.


Iman pergi dalam keadaan berpuasa, dalam keadaan menuntut ilmu, dalam keadaan dia menjadi naqibah smart circle. Alhamdulillah, bertuah Iman.


.............

Ayat2 di atas dan pemergian seorang sahabat ini cukup memberi muhasabah kepada saya . Mengapa ? Kerana mati itu pasti dan tak mengenal usia . Umur arwah adalah sebaya dengan saya . Umur kami sama2 21 tahun . Bagi pandangan dunia, umur kami masih muda remaja dan andai diikut kehendak duniawi, umur begini sesuai untuk enjoy2, berseronok dan seumpamanya . Katanya remaja yang sedang meniti usia dewasa, mesti ingin menikmati usia remaja sepuas-puasnya . Kalau tidak, rugilah !
Rugi...iya rugi....rugi di akhirat . Makanya, fikir2 lah semula untuk leka dengan dunia . Bak kata2 yang pernah saya baca pada blog seseorang, "ketawa di dunia, menangis di akhirat". Wahai hati, mahukah engkau begitu ? Wahai diri, perlukah engkau jadi begitu ? Namun, saya bukanlah seorang manusia yang menolak untuk bergembira, namun biarlah bersederhana kerana sederhana itu cara kita . :)
Usia muda yang dikurniakan Allah ini lah, period yang sesuai untuk kita beribadah kepada Allah dan menambahkan amalan2 kebaikan kita .
Makanya, marilah sama2 kita persiapkan diri setiap masa, setiap detik dengan amalan2 soleh dan just assume that death is closer and closer, hanging on our neck . The more we face this life, the more death will come nearer to invite us .

I think, that's all for now . I can't elaborate more even, there are plenty of ideas I would like to say, but the time's running . The only words that I can express here is , " Salah satu cara untuk muhasabah diri ialah ingatlah mati". Remembrance of death is not something we hope for death, but it could cultivate back our heart and remind us about the purpose of life, as well as we are mankind, living things, we all shall return to Our Creator one day . Only Allah knows more .

Thus friends (moreover for me) , recall this versus,

"Each soul has to taste death . And We taste you with
evil and good, by way of trial . And to Us
you will be returned . "
[al-Anbiya' : 35]

Wallahu'alam...

p/s : semoga arwah dicucuri rahmat dan ditempatkan dalam golongan solihin wa muttaqin amin...al-Fatihah .

No comments:

Post a Comment

lead me to jannah

lead me to jannah

a path to jannah

a path to jannah

.::halwa telinga::.